- Mood:
Wow! - Listening to: Interstate Love Song - STP
- Reading: Jurnal-jurnal HCI
- Watching: Maradona Clips
- Playing: EA Sport - FIFA WC 2006
- Eating: Soto Cak Har
- Drinking: Mineral Water
Kemaren malam aku pulang dalam keadaan terseok-seok. Bukan fisik, tapi sebal karena setelah hampir 2 jam di Gramedia Expo aku kehilangan mood beli buku karena crowd yang luar biasa. Diskon 30% kecuali elektronik untuk grand opening mereka. Pulang, memulai ritual malamku yang baru, putar player kenceng dan melupakan tetangga. Paling nggak, rumah di kanan dan kiri rumahku belum berpenghuni. Antara pengen tidur dan kepikiran beberapa urusan (termasuk harus ngumpul proposal yang belum bertanda tangan besok) aku matikan musik dan nyalakan TV. Tak lupa timer 90 menit. Lazio sedang ditinggalkan Bologna yang meledak-ledak. Geser channel sedikit, berjumpalah aku dengan si guci kecil, legenda hidup, DIEGO ARMANDO MARADONA. Guci kecil adalah olok-olok kiper River Plate sebelum laga finalnya dengan Boca Junior yang kemudian dia permalukan dengan golnya yang seolah-olah diciptakan seindah mungkin untuk membungkam mereka yang memandangnya sebelah mata tadi. Tipikal bintang bola, besar di slum district dan mengisi harinya di jalanan dengan mimpi menjadi pemain bola, lalu pulang beberapa tahun kemudian dengan semua isi dunia yang dijejalkan di rumahnya. Juga torehan kebanggan dan momen-momen emas yang dipahat di kepala, yang akan hilang hanya dengan memecahkan batu di kepalanya itu. Lalu sampailah pada gol kontroversial paling dikenal sejarah, aksi Tangan Tuhan yang memulangkan Inggris. Dia ceritakan detailnya, bagaimana dia melewati satu persatu dari mereka. Rasanya hampir semua adegan dan cerita sepanjang film dokumenter itu pernah aku lihat. Tapi aku tidak ingin melewatkan ceritanya. Bagaimana perlahan-lahan karirnya berantakan. Sesekali dia lontarkan kelucuan dan paradoks dalam hidupnya. Zero to Hero to Legend with both side of good and evil. Manajer, dimana mereka? katanya, "Sepertinya mereka membiarkanku bermain semauku" Hahahaha... dia tidak pernah diberi brief khusus sebelum bertanding. Siapapun melatihnya akan membiarkan dia membawa permainan itu kemana pergi. Tiba-tiba kantukku hilang. Aku sulut sebatang rokok lagi dan mencari kertas. Beberapa hal harus aku mulai.
Devious Comments
hehe...
kulak'an... kan lumayan, bati 30%..
--
_.: THE MORE YOU DO THE MORE YOU CAN DO :._
--
I'm an indonesia who is looking for INDONESIA. You tell me.
Previous PageNext Page