Join for FREE | Take the Tour Lost Password?
[x]

deviantART

:+fav:
 

MEMANDANG DOA SEBELAH MATA

Wed Dec 3, 2008, 7:07 AM
  • Mood: Wow!
  • Listening to: Kepompong(?) - Sindentoska... Jasmine lagi seneng
  • Reading: CommArts edisi purba
  • Watching: Lake Placid (di TV warnet)
  • Playing: -
  • Eating: Cemara's Gurame Goreng Sambel Ijo
  • Drinking: Teh tawar
Aku sudah sering tertidur tanpa berdoa. Ironisnya, aku gak mau anakku membenamkan diri dalam alam tidur tanpa mengirim doa kepada siapapun. Tidak adil memang. Aku selalu menuntunnya berdoa sebelum tidur, memohon padaNya diistirahatkan dan dibangunkan dari 'kematian' sementara itu. Bila hidup ini layak aku jalani karena kemanfaatannya, itu tambahan buatku sendiri. Berdoa sebelum tidur buat Jasmine, seringkali aku berikan kesempatan untuk dia membangun keinginan dan harapannya sendiri. Mulai dari kesehatan, keselamatan, menjadi generasi baru yang uinggul dan menikmati rizki yang halal. Juga mengirim doa-doa untuk orang tua kami, saudara kami, teman-teman bahkan orang yang entah di belahan dunia mana sedang berperang dan hidup dan pergi tidur di antara desing peluru dan dentum mortar, anak-anak seusianya yang menjalani hidup lebih keras dan militan.

Malam itu dia minta diceritakan sebelum tidur. Ritual lain, sebelum menutupnya dengan doa. Edisi malam ini ada dua cerita. Pertama adalah tentang Harimau, Kancil dan Buaya. Cerita yang sudah beberapa kali aku re-run, dengan berbagai alternatif ending. Selain itu dia juga tidak terlalu mengeluh diberi cerita yang sama 3-5 kali. Mungkin dia cuma butuh suara kami orang tuanya di dekat telinganya di kondisi menuju somnambulis itu. Kedua adalah tentang Petani dan Anjing yang Setia, cerita yang aku karang saat sedang menceritakan cerita pertama. Setelah 2 cerita itu, dia nampak terlibat dengan beberapa bagian horornya, harimau lapar yang mengejar kancil, buaya yang marah, anjing yang bertarung dengan ular. "Hiiiii"...berulang kali keluar dari mulutnya. Dia lalu minta aku berhenti bercerita. OK, time to sleep, baby. Kita ajak dia membaca doa sebelum tidur. Singkat saja. Dengan nama-Mu aku hidup dan mati. Dan dia sudah pergi tidur 3 menit kemudian. Sementara begitu, kami mencari sudut di lantai atas untuk merokok. Lalu tertidur di sana. Apa yang kami dapat pagi ini?

"Aku mimpi buruk. Doanya cuma sebentar tok sih!" dia mengeluh ke Mama waktu terbangun tengah malam.

Awalnya aku anggap itu keluhan anak yang belum genap 4 tahun.Apa yang dia tau tentang mimpi buruk. Apa yang dia rasakan tentang doa. Tapi mungkin juga salahku mengantar tidur dengan horor binatang saling memangsa, juga doa yang seadanya. Tidak sepanjang lebar malam lainnya. Mungkin doa yang dia hayati bisa menyenangkan dan menyenyakkan tidurnya. Aku baru saja meremehkan kekuatan doa

Devious Comments

love 0 0 joy 0 0 wow 0 0 mad 0 0 sad 0 0 fear 0 0 neutral 0 0
:iconegher:
Wow... bapak teladan ^^

--
----------------------
Tegar Ariprabowo
----------------------
:iconvherand:
salam buat jasmine ya pak ^^~

--
L.I.F.E
:iconramok:
ouw OK aldi. Thnks.

--
I'm an indonesia who is looking for INDONESIA. You tell me.
:iconramok:
Tepatnya, bapak yang belum bener ngajarin anaknya. Hehehe. isin aku.

--
I'm an indonesia who is looking for INDONESIA. You tell me.

Site Map